Pencipta media dapat dikatakan sebagai seseorang yang
membuat blog atau halaman web, memposting karya seni asli, foto, cerita/ video
online, atau mecampurkan konten online menjadi kreasi baru mereka sendiri.
Pada buku "Confronting the Challenges of Participatory Culture: Media Education for the 21st Century", terdapat beberapa kisah inspiratif, salah satu kisah inspiratif dalam buku ini yakni Heather Louvre (H. Jenkins, 2006a) adalah seorang remaja berusia 14 tahun yang ingin membantu kaum muda lainnya untuk meningkatkan keterampilan membaca dan menulis. Heather telah membuat publikasi online dengan staf lebih dari 100 orang di seluruh dunia, dan proyeknya telah diadopsi oleh guru dan tenaga pendidik. Dan hal tersebut juga diintegrasikan ke dalam kurikulum mereka. Heather telah muncul sebagai juru bicara penting dalam debat nasional tentang kekayaan intelektual. Situs yang dibuat oleh Heather Louvre adalah surat kabar sekolah untuk Hogwarts fiksi, situs buku Harry Potter yang cukup populer.
Fokus buku ini bukan pada pencapaian individu,
melainkan pada munculnya konteks budaya yang mendukung partisipasi luas dalam
produksi dan distribusi media.
Memantik
Partisipasi
Fokus buku ini lebih
menekankan pada konsep budaya partisipatif daripada teknologi interaktif. Menurut
(H. Jenkins, 2006a) interaktif adalah milik teknologi, sedangkan partisipasi
adalah milik budaya. Budaya partisipatif muncul saat budaya menyerap dan mengarah
pada ledakan teknologi media baru yang memungkinkan konsumen menengah untuk
mengarsipkan, mengomentari, menyesuaikan, dan mendaur ulang konten media dengan
cara baru yang kuat.
Berfokus pada
perluasan akses ke teknologi baru membuat kita menjadi hanya sejauh ini jika
kita tidak meningkatkan keterampilan dan pengetahuan budaya yang diperlukan
untuk menggunakan alat ini untuk tujuan kita sendiri. Dalam buku ini
menggunakan partisipasi sebagai istilah yang mencakup praktik pendidikan,
proses kreatif, kehidupan masyarakat, dan kewarganegaraan yang demokratis.
Tujuan kita seharusnya mendorong kaum muda untuk mengembangkan keterampilan, pengetahuan,
etika moral, dan kepercayaan diri. Sebab hal ini dibutuhkan untuk menjadi partisipan
dalam budaya kontemporer.
Satu sudut pandang dari definisi budaya
partisipatif:
1. Memiliki hambatan yang
relatif rendah untuk ekspresi artistik dan keterlibatan masyarakat.
2. Memiliki dukungan kuat
untuk menciptakan dan berbagi kreativitas seseorang dengan orang lain.
3. Mempuanyai jenis
bimbingan informal yang diketahui oleh orang yang paling berpengalaman.
4.
Anggota percaya bahwa
kontribusi mereka penting.
5. Anggota merasakan
tingkat hubungan sosial tertentu antar satu sama lain (setidaknya mereka peduli
dengan apa yang dipikirkan orang lain tentang apa yang telah mereka ciptakan).
Tidak setiap anggota harus berkontribusi, tetapi
setiap orang harus percaya bahwa mereka bebas untuk berkontribusi ketika mereka
siap dan bahwa apa yang mereka sumbangkan akan dihargai dengan tepat.
Sumber: Jekins, Henry. 2006. Confronting the
Challenges of Participatory Culture: Media Education for the 21st Century. Chicago:
The MacArthur Foundation.