1.
Model ADDIE
Model
Analysis-Design-Development-Implementation-Evaluation (ADDIE). Muncul sekitar tahun 1990-an yang dikembangkan oleh Reiser dan Mollenda. Salah satu fungsi model ADDIE yaitu menjadi pedoman dalam membangun perangkat dan infrastruktur program
pelatihan yang efektif, dinamis dan mendukung kinerja pelatihan itu sendiri.
Model ADDIE sering digunakan untuk menggambarkan pendekatan sistematis untuk pengembangan instruksional. Selain itu, model ADDIE merupakan model pembelajaran yang bersifat umum dan sesuai digunakan untuk penelitian pengembangan. Istilah ini hampir identik dengan pengembangan sistem instruksional. Ketika digunakan dalam pengembangan, proses ini dianggap berurutan tetapi juga interaktif, di mana hasil evaluasi setiap tahap dapat membawa pengembangan pembelajaran ke tahap sebelumnya. Hasil akhir dari suatu tahap merupakan produk awal bagi tahap selanjutnya (Nurna L. Purnamasari. 2019).
Kerangka
Addie adalah proses siklus yang berkembang dari waktu ke waktu dan kontinyu
dari seluruh perencanaan instruksional dan proses implementasi. Lima tahapan
terdiri atas:
1.
analisis,
2.
rancangan,
3.
pengembangan,
4.
implementasi,
5.
evaluasi
masing-masing
komponen memiliki tujuan sendiri yang berbeda dan fungsi dalam perkembangan
desain instruksional.
2.
Model ASSURE
Model
ASSURE (Analyze learners, State objectives, Select methods, media, and
materials, Require learner participation, Evaluate and revise) merupakan sebuah
model pembelajaran atau bisa juga suatu prosuder panduan yang bertujuan untuk
perencanaan dan bimbingan pembelajaran yang menggabungkan antara materi,
metode, dan media. Dimana pada setiap kegiatan belajar-mengajar, guru harus
menyertakan metode dan media yang akan dibutuhkan dalam memberikan materi di dalam
kelas sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif.
Model ASSURE ini sudah dicetuskan oleh Heinich,
dkk. Sejak tahun 1980-an, dan terus dikembangkan oleh Smaldino, dkk. Hingga
sekarang. Satu hal yang perlu dicermati dalam model ASSURE, strategi
pembelajaran dikembangkan melalui pemanfaatan metode, media, bahan ajar dan
peran serta peserta didik
Model ASSURE berorientasi pada ruang kelas, dimana dalam model ini sangatlah cocok digunkan untuk mengembangkan bahan ajar yang berbasis teknologi, strategi dan metode pembelajaran, media dan teknologi untuk pembelajaran (Prawiradilaga, Dewi Salma. 2007).
Langkah-langkah
dalam model desain pembelajaran ASSURE meliputi beberapa aktivitas, yaitu:
1.
Analyze Learner
2.
State objective
3.
Select Method, Media and Materials
4.
Utilize Materials
5.
Requires Learner Participation
6.
Evaluate
3.
Model Kemp
Model yang dikembangakan oleh jerold E. Kemp adalah seorang pemerhati masalah pendidikan. Ia berasal dari California State University di Sanjose. Model Kemp yaitu sebuah model yang mengutamakan sebuah alur yang dijadikan pedoman dalam penyusunan perencanaan program. Alur tersebut merupakan rangkaian sistematis yang menghubungkan tujuan hingga tahap evaluasi. Model pembelajaran desain Kemp lebih menekankan terhadap karakteristik siswa dan memberikan bimbingan dalam berpikir untuk masalah-masalah umum serta menentukan tujuan-tujuan pembelajaran yang tepat (Pradhana, Dewangga. 2014).
Langkah-langkah pengembangan perangkat pembelajaran model Kemp adalah sebagai berikut:
1.
Menentukan materi pokok
2.
Menentukan kompetensi dasar
3.
Menentukan karakteristik siswa
4.
Menentukan indikator pencapaian hasil belajar
5.
Menentukan sumber/alat pembelajaran
6.
Menentukan kegiatan pembelajaran
7.
Menentukan Tes Hasil Belajar (THB)
4.
Model Borg & Gall
Borg & Gall merancang suatu model pembelajaran yakni model Research and Development (R&D). Pengertian Penelitian Pengembangan atau Research and Development (R&D) sering diartikan sebagai suatu proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada. Model (R & D) adalah suatu proses yang yang digunakan untuk mengembangkan dan mengesahkan produk bidang pendidikan (Sugar Wanto. 2020).
Model
R & D Borg and Gall ini terdiri dari sepuluh langkah pelaksanaan diantaranya:
1. Penelitian
dan pengumpulan data (research and information colleting),
2. Perencanaan
(planning),
3. Pengembangan
draft produk (develop preliminary form of product),
4. Uji
coba lapangan (preliminary field testing),
5. Penyempurnaan
produk awal (main product revision),
6. Uji
coba lapangan (main field testing),
7. Menyempurnakan
produk hasil uji lapangan (operational product revision),
8. Uji
pelaksanaan lapangan (operasional field testing),
9. Penyempurnaan
produk akhir (final product revision), dan
10.
Diseminasi dan implementasi (disemination
and implementation).
Sumber:
Nurna L. Purnamasari. 2019. Metode Addie Pada Pengembangan Media Interaktif Adobe Flash Pada Mata Pelajaran Tik. Jurnal Pena Sd .Volume 05 Nomor 01. Hal 23-31.
Prawiradilaga, Dewi Salma. (2007). Prinsip Disain Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup
Pradhana,
Dewangga. 2014. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Berbasis
Karakter Dengan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (Ctl) Pokok Bahasan
Persamaan Linier Satu Variabel Di Kelas Vii Semester Ganjil Smp Negeri 3
Bangsalsari Tahun Ajaran 2012/2013. Jurnal Kadikma, Vol. 5, No. 1, hal
49-58.
Sugar
Wanto. 2020. Kupas Tuntas Penelitian Pengembangan Model Borg & Gall. Jurnal
Wahana Edukasi. Vol.3 No 2. Hal 46-55.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar