Rabu, 16 Februari 2022

Model-Model Pengembangan Median Pembelajaran


1.      Model ADDIE

Model Analysis-Design-Development-Implementation-Evaluation (ADDIE). Muncul sekitar tahun 1990-an yang dikembangkan oleh Reiser dan Mollenda. Salah satu fungsi model ADDIE yaitu menjadi pedoman dalam membangun perangkat dan infrastruktur program pelatihan yang efektif, dinamis dan mendukung kinerja pelatihan itu sendiri.


Model ADDIE sering digunakan untuk menggambarkan pendekatan sistematis untuk pengembangan instruksional. Selain itu, model ADDIE merupakan model pembelajaran yang bersifat umum dan sesuai digunakan untuk penelitian pengembangan. Istilah ini hampir identik dengan pengembangan sistem instruksional. Ketika digunakan dalam pengembangan, proses ini dianggap berurutan tetapi juga interaktif, di mana hasil evaluasi setiap tahap dapat membawa pengembangan pembelajaran ke tahap sebelumnya. Hasil akhir dari suatu tahap merupakan produk awal bagi tahap selanjutnya (Nurna L. Purnamasari. 2019).

Kerangka Addie adalah proses siklus yang berkembang dari waktu ke waktu dan kontinyu dari seluruh perencanaan instruksional dan proses implementasi. Lima tahapan terdiri atas:

1.      analisis,

2.      rancangan,

3.      pengembangan,

4.      implementasi,

5.      evaluasi

masing-masing komponen memiliki tujuan sendiri yang berbeda dan fungsi dalam perkembangan desain instruksional.

 

2.      Model ASSURE

Model ASSURE (Analyze learners, State objectives, Select methods, media, and materials, Require learner participation, Evaluate and revise) merupakan sebuah model pembelajaran atau bisa juga suatu prosuder panduan yang bertujuan untuk perencanaan dan bimbingan pembelajaran yang menggabungkan antara materi, metode, dan media. Dimana pada setiap kegiatan belajar-mengajar, guru harus menyertakan metode dan media yang akan dibutuhkan dalam memberikan materi di dalam kelas sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif.


Model ASSURE ini sudah dicetuskan oleh Heinich, dkk. Sejak tahun 1980-an, dan terus dikembangkan oleh Smaldino, dkk. Hingga sekarang. Satu hal yang perlu dicermati dalam model ASSURE, strategi pembelajaran dikembangkan melalui pemanfaatan metode, media, bahan ajar dan peran serta peserta didik

Model ASSURE berorientasi pada ruang kelas, dimana dalam model ini sangatlah cocok digunkan untuk mengembangkan bahan ajar yang berbasis teknologi, strategi dan metode pembelajaran, media dan teknologi untuk pembelajaran (Prawiradilaga, Dewi Salma. 2007).

Langkah-langkah dalam model desain pembelajaran ASSURE meliputi beberapa aktivitas, yaitu:

1.      Analyze Learner

2.      State objective

3.      Select Method, Media and Materials

4.      Utilize Materials

5.      Requires Learner Participation

6.      Evaluate

 

3.      Model Kemp

Model yang dikembangakan oleh jerold E. Kemp adalah seorang pemerhati masalah pendidikan. Ia berasal dari California State University di Sanjose. Model Kemp yaitu sebuah model yang mengutamakan sebuah alur yang dijadikan pedoman dalam penyusunan perencanaan program. Alur tersebut merupakan rangkaian sistematis yang menghubungkan tujuan hingga tahap evaluasi. Model pembelajaran desain Kemp lebih menekankan terhadap karakteristik siswa dan memberikan bimbingan dalam berpikir untuk masalah-masalah umum serta menentukan tujuan-tujuan pembelajaran yang tepat (Pradhana, Dewangga. 2014).


Langkah-langkah pengembangan perangkat pembelajaran model Kemp adalah sebagai berikut:

1.      Menentukan materi pokok

2.      Menentukan kompetensi dasar

3.      Menentukan karakteristik siswa

4.      Menentukan indikator pencapaian hasil belajar

5.      Menentukan sumber/alat pembelajaran

6.      Menentukan kegiatan pembelajaran

7.      Menentukan Tes Hasil Belajar (THB)

 

4.      Model Borg & Gall

Borg & Gall merancang suatu model pembelajaran yakni model Research and Development (R&D). Pengertian Penelitian Pengembangan atau Research and Development (R&D) sering diartikan sebagai suatu proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada. Model (R & D) adalah suatu proses yang yang digunakan untuk mengembangkan dan mengesahkan produk bidang pendidikan (Sugar Wanto. 2020).


Model R & D Borg and Gall ini terdiri dari sepuluh langkah pelaksanaan diantaranya:

1.    Penelitian dan pengumpulan data (research and information colleting),

2.    Perencanaan (planning),

3.    Pengembangan draft produk (develop preliminary form of product),

4.    Uji coba lapangan (preliminary field testing),

5.    Penyempurnaan produk awal (main product revision),

6.    Uji coba lapangan (main field testing),

7.    Menyempurnakan produk hasil uji lapangan (operational product revision),

8.    Uji pelaksanaan lapangan (operasional field testing),

9.    Penyempurnaan produk akhir (final product revision), dan

10.          Diseminasi dan implementasi (disemination and implementation).

 

 

Sumber:

Nurna L. Purnamasari. 2019. Metode Addie Pada Pengembangan Media Interaktif Adobe Flash Pada Mata Pelajaran Tik. Jurnal Pena Sd .Volume 05 Nomor 01. Hal 23-31.

Prawiradilaga, Dewi Salma. (2007). Prinsip Disain Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup

Pradhana, Dewangga. 2014. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Berbasis Karakter Dengan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (Ctl) Pokok Bahasan Persamaan Linier Satu Variabel Di Kelas Vii Semester Ganjil Smp Negeri 3 Bangsalsari Tahun Ajaran 2012/2013. Jurnal Kadikma, Vol. 5, No. 1, hal 49-58.

Sugar Wanto. 2020. Kupas Tuntas Penelitian Pengembangan Model Borg & Gall. Jurnal Wahana Edukasi. Vol.3 No 2. Hal 46-55.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MEDIA PEMBELAJARAN CANVA

Apakah Anda belum pernah membuat desain grafis sebelumnya? Tidak masalah. Untuk membantu pengguna awam, kali ini saya ingin berbagi tutori...