Rabu, 02 Februari 2022

Literasi Media di Indonesia: Bidang Pendidikan

Media mempunyai arti penting dalam dunia pendidikan, terutama dalam pendidikan formal di sekolah. Pengertian media pembelajaran itu sama dengan media pendidikan yakni, alat, metode dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah.

 

Literasi Digital di Indonesia belum sampai level “baik”. Responden di wilayah tengah skornya lebih tinggi daripada barat dan timur. Indeks Literasi Digital berkorelasi dengan usia lebih muda, jenis kelamin laki-laki, pendidikan tinggi, kemampuan mengenali hoaks, penggunaan internet tidak intensif, & tidak tinggal di Jawa. Literasi digital justru berbanding terbalik dengan kebiasaan positif mencerna berita online, dan kecenderungan tidak menyebarkan hoaks.

Masyarakat Indonesia seolah mengalami “serbuan” beragam informasi saat dalam waktu singkat menghadapi serbuan berbagai teknologi informasi dan komunikasi. Ada beberapa persoalan “bermedia“ yang kita hadapi. Pertama, pemahaman masyarakat yang belum belum cukup matang. Kedua, masyarakat belum dapat sepenuhnya memetik manfaat dari media konvensional seperti media cetak, radio dan televisi, telah disusul dengan perkembangan teknologi multimedia yang memungkinkan kita berselancar nyaris tanpa batas di dunia maya.

 

Dalam Panduan Gerakan Literasi Sekolah di SMA/SMK yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membagi literasi media ke dalam lima komponen.

  1. Kemampuan mendengar, membaca, dan menulis (basic literacy).
  2. Kemampuan untuk mengembangkan basic literacy ke arah pemanfaatan sumber dari perpustakaan (library literacy).
  3. Kemampuan untuk mengetahui berbagai bentuk media yang berbeda, seperti media cetak, media elektronik (media radio, media televisi), media digital (media internet), dan memahami tujuan penggunaannya (media literacy).
  4. Kemampuan memahami kelengkapan yang mengikuti teknologi seperti peranti keras (hardware), peranti lunak (software), serta etika dan etiket dalam memanfaatkan teknologi (technology literacy).
  5. Pemahaman tingkat lanjut antara literasi media dan literasi teknologi, yang mengembangkan kemampuan dan kebutuhan belajar dengan memanfaatkan materi visual dan audiovisual secara kritis dan bermartabat atau diistilahkan sebagai visual literacy (Dirjen Dikdas, 2016: 15).


Sumber:

Ainiyah, Nur. 2017. Membangun Penguatan Budaya Literasi Media dan Informasi Dalam Dunia Pendidikan. JPII. Volume 2, Nomor 1. Hal 65-77.

Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2016). Panduan Gerakan Literasi Sekolah di SMA/SMK. Jakarta: Dirjen Dikdas Kemdikbud.

Kominfo. 2020. Status Literasi Digital Indonesia: Survei di 34 Provinsihttps://aptika.kominfo.go.id/wp-content/uploads/2020/11/Survei-Literasi-Digital-Indonesia-2020.pdf


Suwarto, Budiastuti, WL. 2007. Buku Gerakan Literasi: Literasi Media Berbasis Komunitas. Yogyakarta: Rumah Sinema.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MEDIA PEMBELAJARAN CANVA

Apakah Anda belum pernah membuat desain grafis sebelumnya? Tidak masalah. Untuk membantu pengguna awam, kali ini saya ingin berbagi tutori...